PERSAHABATAN KAISAR SAMURAI DENGAN TUAN ZAMRUD KHATULISTIWA
Apakah kalian tahu salah satu film yang pernah mengisi masa kanak-kanak kalian di hari minggu ? di mana sang tokoh utama memiliki robot canggih berbentuk kucing yang sangat menyukai makanan yang bernama dorayaki dan memiliki kantong ajaib bermuatan teknologi masa depan?. Baiklah kali ini kita akan membahas negara yang memiliki julukan negeri samurai itu. Jika membahas tentang Jepang, di mana pada dunia umum kita megartikannya sebagai negara super power, dikarenakan maju dan sangat berkembangnya negara ini. Hal ini dapat dibuktikan dengan teknologi serta cara Jepang dalam mengolah sumber daya alam dan membentuk sumber daya manusia yang unggul.
Kedudukan geografis yang berlatar belakang 80% berupa pegunungan yang berhutan-hutan menjadi kekurangan bagi Jepang dalam meningkatkan produktifitas dalam bidang pertanian, serta perkebunan. Sedangkan dalam segi industri, seperti elektronik, dan otomotif, sehingga disebut dengan “industri terapung”, pemukiman yang asri yang masih menjaga beduya, yang menjadi objek wisata bagi pemasukan devisa negara dan kekuatan pertahanan negara Jepang yang tak tertahankan menjadi keunggulannya. Namun keadan geografis Jepang yang demikian juga membuat Jepang sering mengalami bencana alam seperti longsor akibat gempa bumi, kondisi tanah yang lunak, dan curah hujan yang berlebihan, bahkan yang paling fatal ketika itu ialah tsunami. Tapi bagi Jepang hal ini bukanlah suatu masalah yang dibiarkan berlarut-larut, dengan adanya sumber daya manusia yang unggul disertai teknologi yang mumpuni membuat Jepang lebih mudah dalam mengatasi masalah ini. Bukan hanya di bidang IPTEK, Jepang juga memperhatikan moral setiap warga negaranya, bahwa disiplin dan kerja keras adalah hal utama dalam keseharian yang sering mereka sebut dengan makoto, bushido, kaizen, keishan, dan mantra mujarab yang tak pernah dilupakan ialah ganbatte kudasai. Begitulah yang dapat dibayangkan jika kata jepang diserukan.
Jika dilihat sejarah tentang penjajahan Jepang di Indonesia, yang ketika itu mendaratkan dirinya pertama kali di tanah air Hindia Belanda, menggantikan kedudukan Belanda yang menguasai selama 350 tahun, lebih lama daripada Jepang, maka romusha adalah saksi sejarah bahwa betapa tagas dan disiplinnya Jepang, seperti dalam pembangunan jalan, prasarana perang seperti kubu-kubu pertahanan, gudang senjata, dan lapangan udara. Sedangkan dalam bidang lainnya seperti politik, yaitu dengan dibentuknya BPUPKI dan PPKI membuat para tokoh pelopor bangsa dapat mencetuskan pancasila sebagai dasar negara Indonesia, serta menumbuhkan rasa patriotisme dan nasionalisme pada jiwa-jiwa rakyat Indonesia. Kemudian dibidang pertanian Jepang memberikan pengaruh positif yaitu dengan dikenalkannya sistem pertanian baru yaitu line sistem. Kemudian pada bidang pendidikan Jepang memberikan pengaruh yang teramat penting seperti diperkenalkan sistem nipon sentris, bahkan yang perlu kita ketahui bersama bahwa penggunaan bahasa Indonesia dalam kehidupan sehari-hari, upacara bendera, serta beberapa tingkatan sekolah seperti Sekolah Dasar (6 tahun), Sekolah Menengah Pertama (9 tahun), dan Seolah Menengah Atas/SLTA, merupakan dampak dari penjajahan Jepang, dan masih digunakan sampai saat ini. Demikianlah bentuk hubungan negara Jepang dengan Indonesia pada saat itu.
Pada masa sekarang Jepang dan Indonesia masih sama-sama melakukan hubungan namun tidak dengan cara yang foedal seperti dahulu, tetapi menjadi diplomatic yang tetap mencerminkan kedisiplinan dan tingginya etos kerja dalam negara Jepang. Dimana saat ini Jepang sebagai salah satu pasar ekspor ke-3 terbesar Indonesia, dan Jepang juga banyak menanamkan investasinya di Indonesia, serta banyaknya wisatawan Jepang yang berkunjung ke Idonesia sehingga menjadi sumber devisa negara. Sedangkan peran Indonesia terhadap Jepang ialah, Jepang yang membutuhkan bahan-bahan komoditas untuk mendukung tingkat kemakmurannya, mengubah bahan impor mentah menjadi bahan ekspor yang meningkatkan nilai jual dan daya saing, serta Jepang yang kuat dalam bidang munufaktur tentu membutuhkan pasar baru, khususnya Indoesia yang mempunyai penduduk 252 juta jiwa. Maka hal inilah yang menjadi hubungan persahabatan antara Jepang dan Indoneisia yang telah terjalin selama 60 tahun, sebagai salah satu negara ASEAN yang saling mendukung dan melengkapi sesama.
Pada bidang pendidikan Jepang juga memberikan pengaruh besar terhadap bangsa Indonesia pada saat sekarang, di mana dengan diadakannya pertukaran pengajar dan pelajar. Salah satu program yang mendukung kerja sama ini adalah The Japan-East Asia Network of Exchange For Students and Youth. Program ini diadakan setiap tahunya dan mengundang sekitar 6000 pemuda atau pelajar seluruh Asia Timur sebagai pesertanya, di bawah koordinasi Japan Foundation, AFS, dan DIEC, bahkan banyak dari berbagai lembaga manapun serta Universitas juga ikut dalam menyukseskan program pertukan pelajaran ini, di mana setiap lembaga serta Universitas tersebut tak lain dan tak bukan sama-sama mempunyai tujuan yang sama yaitu pendidikan karakter, yaitu untuk meningkatkan solidaritas, melatih kerja sama, saling bertukar pikiran, memperluas wawasan, melatih jiwa kepemimpinan dan kedisiplinan, yang menjadi salah satu dasar dari seorang pemimpin, khususnya bagi generasi muda bangsa yang akan memimpin bangsanya masing-masing di masa depan, karena betapa sengitnya persaingan antar negara di dunia, maka hubungan internasional sepatutnya dilaksanakan.
Dalam berubah dan berkembangnya zaman, maka berubah pula sudut pandang serta daya fikir seseorang, atau cakupan yang lebih besarnya ialah suatu negara berubah dari negara yang masih berkembang menjadi negara yang maju dan negara maju menjadi negara semakin maju dan melakukan pembangunan, dengan semakin meningkatkan kualitasnya dalam segala bidang, maka contoh dari hal ini dapat kita lihat pada negara Jepang, baik dari segi pemanfaatan sumber daya alam dan pengembangan sumber daya manusia yang unggul dan berkarakter. Terutama Indonesia yang akan menerima bonus demografi pada tahun 2020-2030, yang mana angka usia produktif lebih banyak dari pada angka usia non produktif, hal ini akan membuka peluang besar bagi bangsa Indonesi menjadi negara maju. Akan tetapi alih-alih menjadi bonus, malah menjadi bencana demografi bagi Indonesia, apabila usia muda sulit mendapat pekerjaan serta tidak siap dalam bersaing dalam dunia kerja akan mempersulit Indonesia dalam menghadapi bonus demografi. Maka hal ini dapat diatasi dengan memperkuat dunia pendidikan, meningkatkan sumber daya manusia yang siap akan tantangan dan persaingan masa depan, dan Jepang adalah salah satu contoh terbaik dalam mengatasi masalah Indonesia ini, terjalinnya hubungan diplomatik Indonesia-Jepang akan menjamin keberhasilan Indonesia dalam persaingan industri dan ekonomi global. Oleh karena itu betapa besarnya pengaruh Jepang terhadap Indionesia dan Indonesia terhadap Jepang menjadi bukti bahwa hubungan Diplomatik dapat memajuka peradaban pada suatu negara.
Apabila sebuah negara telah menjadi negara maju, maka taraf kesejahteraan akan semakin meningkat, kesenjangan sosial akan berkurang, angka kemiskinan menurun, pengangguran memiliki lapangan kerja, angka kriminalitas dapat diminimalisasikan, dan pendidikan dapat ditingkatkan demi terwujudnya Indonesia jaya Indonesia kaya, dan masa depan para pelajar akan terjamin dengan telah matangnya persiapan Indonesia dalam menyambut pengaruh globalisasi dan menghadapi bonus demografi yang akan hadir pada masa emas di lima tahun kedepan.
Remaja-remaja yang saat ini masih menyibukkan diri di bangku pendidikan akan menjadi ujung tombak dari pencapaian Indonesia di masa depan, kualitas pendidikan yang disediakan oleh pemerintah akan menjadi wadah bagi para calon pemimpin bangsa untuk mengembangkan bakat dan minat dalam mengekspresikan diri, maka inilah peluang bagi para remaja yang saat ini berada pada masa-masa pencapaian jati diri, mencari sesuatu yang dapat dijadikan acuan dan motivasi, masa-masa yang sedang semangat-semangatnya melakukan percobaan demi percobaan dan perjalanan demi perjalanan, maka mencari peluang dalam berbagai kesempatan adalah salah satu sifat yang harus diterapkan, serta Indonesi yang saat ini sedang terfokus pada pendidikan dan budaya akan dapat mengembangkan kuantitas serta kualitasnya. Pada zaman yang semua serba digital dapat menjadikan rendahnya minat siswa dalam membaca serta kurangnya etitut para remaja dalam keseharian, masih memandang sesuatu dengan remeh dan acuh, kurangnya sikap disiplin dan tanggung jawab dalam bekerja, serta tidak jujur dalam bertindak, maka Jepang adalah negara yang patut menjadi cerminan diri dalam meningkatkan karakter.
Terjaminnya suatu negara menjadi negara maju bukan karena lamanya masa negara tersebut berdiri, bukan pula karena kayanya sumber daya alam, dan bukan juga karena unggulnya sumber daya manusia yang dimiliki, akan tetapi sejahteranya negara tersebut dikarenakan betapa besarnya ia menghargai prinsip-prinsip kehidupan, moral dan karakter, dan Jepang telah menerapkan prinsip tersebut mulai dari lahir, dan itu telah menjadi kebiasaan, kebudayaan, dan tanggung jawab yang besar bagi rakyat Jepang dalam tingginya etos kerja di negaranya.
https://jepangdalampencapaiannya.blogspot.com/2018/09/jepang-sebagai-negara-maju-dan.html?m=1
https://jepangdalampencapaiannya.blogspot.com/2018/09/jepang-sebagai-negara-maju-dan.html?m=1
Kunjungi Juga
Dafta Pustaka :
- https://id.m.wikipedia.org/wiki/Hubungan_Indonesia_dengan_Jepang
- http://presidenri.go.id/berita-aktual/hubungan-saling-menguntungkan-indonesia-jepang.htm
- https://www.60jpid.com/id/
- https://googleweblight.com/i?u=https://nasional.kompas.com/read/2017/12/18/07000051/ind
- onesia-jepang-rayakan-60-tahun-hubungan-bilateral&hl=en-ID
- http://motivatorindonesia.net/5-motivasi-kerja-jepang.html
- http://sumbersejarah1.blogspot.com/2017/06/dampak-penjajahan-jepang-di-indonesia.html?m=1
- “Home.” Go to ASTALOG.COM., www.astalog.com/6166/bentuk-kerjasama-bilateral-indonesia-dan-jepang.htm.
- “KERJASAMA BILATERAL INDONESIA – JEPANG.” Kartikagaby, 24 Apr. 2012, kartikagaby.wordpress.com/2012/04/24/kerjasama-bilateral-indonesia-jepang/.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar